Tips Mendapatkan Jodoh Terbaik

Thursday, November 5th 2015. | Artikel, Artikel Remaja

Seorang lelaki umur 30 tahun tampak termenung sejenak di serambi masjid tempat ia bekerja siang itu, sambil melihat ke arah jalan, sekilas melihat remaja puteri tampak melewati jalan depan masjid tersebut. Dalam hatinya berkata “Ya Allah, kapan saya akan menikah, apa yang kurang dari saya sehingga sulit mendapatkan jodoh yang saya sukai?”

Itulah gambaran pemuda taat saat ini. Secara karir dia telah memiliki pekerjaan yang halal, cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Wajahnya juga gak jelek-jelek amat, bahkan cenderung kearah ganteng. Ia juga seorang pria sejati, jauh dari perbuatan yang mendekati zina, pacaran ditempat sepi dan sejenis itu.

Saat berkumpul dengan teman-temannya ia tampak ceria, seolah tidak punya masalah, namun siapa tahu hatinya sedang terluka atau mungkin hatinya sedang lemah bahkan lelah. Ia sering merasa tak berdaya menghadapi semua itu, namun belum mendapatkan petunjuk untuk mengatasinya.

Oke, ini cerita yang panjang, saya harap teman-teman mau lanjut membaca. lanjut…

Melihat pemuda itu termenung di depan masjid dekat tempat ia bekerja, maka seorang Kyai menyapa, dan terjadilah pembicaraan berikut ini :

Kyai : Assalamu’alaikum mas, namanya siapa?
Pemuda : Wa’alaikum salam pak kyai, nama saya Joko
Kyai : Saya lihat dari tadi mas Joko termenung, mungkin ada hal berat yang di pikirkan?
Joko : Enggak pak, biasa aja, cuma lelah kerja (berusaha terlihat tegar padahal …)
Kyai : Saya juga pernah muda, pernah galau juga memikirkan hidup, memikirkan kerja, memikirkan jodoh dll
Joko : Boleh saya tanya pak Kyai? Pak Kyaipun mempersilakan Joko bertanya lebih lanjut.
Joko : Umur saya sudah 30 tahun lebih, saya pingin cepat menikah tapi gak tahu harus berbuat apa?
Kyai : Mas Joko pernah pacaran?
Joko : Iya pak pernah, saya pingin menikahi dia, tapi akhirnya kandas. Adakah nasehat atau tips buat saya pak?
Kyai : Biasanya pemuda yg lagi kasmaran atau patah hati itu sulit di nasehati dik, jadi mana berani saya memberikan nasehat.
Joko : Iya pak (sambil ketawa), nah trus apa yang harus saya lakukan?
Kyai : Tidak ada yang bisa dilakukan
Joko : Dengan nada kesal ia berkata “Wah Pak Kyai ini bikin saya tambah galau, tolong kasih saya penjelasan”
Kyai : Begini dik, dia menjelaskan panjang :

“Sebenarnya Allah itu sangat bijak dalam mengatur manusia, termasuk urusan jodoh.
Kita lihat kenyataan di jaman sekarang ini, orang menikah itu ada 4 penyebabnya :
1. Menikah karena telah berzina (hamil dll)
2. Menikah karena telah lama berpacaran
3. Menikah karena sudah dicarikan pasangannya
4. Menikah karena dinikahkan oleh orang ‘alim

Tidak tidak tahu dengan cara apa kita akan menikah, kita hanya bisa berdoa semoga mendapatkan jodoh dengan cara yang baik dari ke-empat cara diatas. Saya jelaskan satu persatu :

1. Menikah karena telah berzina
Ada yang hamil lalu nikah, tapi ada yang sudah dibuat hamil tapi tidak nikahi. Jadi baik menghamili ataupun rela dihamili (zina) tidak selalu menjadi penyebab seseorang bisa menikah.

2. Menikah karena telah lama berpacaran
Ada yang pacaran dulu lalu nikah. Namun banyak juga yang sudah lama pacaran tapi tidak jadi nikah. Jadi pacaran sebenarnya tidak selalu menjadi penyebab seseorang itu bisa menikah.

Joko : Dalam hari berkata “bukan dapat solusi, malah di ceramahi, Kyai sekarang ngomong doang”
Kyai : Melihat gelagat Joko mulai bosan, ia bertanya “Mas Joko lapar? yuk kita lanjut ngobrol di warung sebelah”.
Joko : Dengan malu-malu akhirnya bilang “oke pak, sy juga masih penasaran penjelasan” padahal dia lapar.
Kyai : Diwarung dia menjelaskan lagi :

3. Menikah karena sudah ada pasangannya
Ada juga yang menikah karena sudah ada pasangannya, meskipun dia tidak pacaran. Misal anak raja bisa juga karena orangtua, tetangga, saudara atau teman menjodohkan kita dan akhirnya kita menikah. Namun banyak juga perjodohan yang tidak berhasil membuat kita menikah.

4. Menikah karena dinikahkan oleh orang ‘alim
Ini biasanya terjadi antara santri dan Kyai. Ada sejumlah Santri laki-laki maupun perempuan yang menyerahkan urusan nikahnya kepada Kyai. Maka kadang Kyai tersebut bisa menjodohkan, Namun lagi-lagi perjodohan inipun juga tidak selalu berhasil membuat kita menikah.

Joko : Lalu apa yang membuat kita mudah untuk mendapatkan jodoh?
Kyai : Kecintaan-mu pada Allah
Joko : Maksudnya?
Kyai : Kamu mencintai Allah lebih dari segalanya, dan mencintai segalanya karena Allah.
Joko : Gak sabar pingin kepastian akhirnya berkata “Biar gak bertele-tele, intinya pak Kyai ada gadis yg bisa dikenalkan saya apa tidak?” maka pak Kyai tersenyum.
Kyai : Saya suka semangat dan kejujuranmu. Gadis sepeti apa yang kau inginkan?
Joko : Terserah sih, tapi yang penting berjilbab, cantik, kulit putih, agak tinggi dan punya visi hidup.
Kyai : Saya juga sering tanyak ke santri putri tentang pemuda apa yang diinginkan, maka santriwati putri tersebut umumnya menjawab : terserah pak Kyai, yang penting sehat, agamanya bagus dan punya pekerjaan tetep.
Joko : lalu, adakah gadis yang seperti saya harapkan?
Kyai : Ada, tapi dia tidak cocok untuk-mu, (dalam hati pak Kyai berkata: pemuda ini baik tapi belum jinak)
Joko : Apakah karena saya terlalu jelek untuk-nya?
Kyai : Bukan
Joko : Nah lalu apalagi yang ditunggu?
Kyai : Saat saya tanya ke gadis ini tentang pemuda apa yang ia sukai? Tahu gak apa kriteria gadis tersebut?
Joko : Mana saya tahu pak Kyai
Kyai : Gadis itu tidak memiliki kriteria apa-apa. Bahkan saya mendesak untuk menyebutkan kriteria pemuda yang cocok untuknya, dia tetep berkata : “Terserah pak kyai, apa yang pak Kyai suka saya akan menerimanya”
Joko : jleb… termenung sejenak lalu berkata “lalu apa yang baik untuk saya lakukan”

Kyai : Dari awal sudah saya sampaikan untuk urusan jodoh tidak ada yg bisa kita lakukan. Jodoh itu sudah ditentukan. Tapi bila mas Joko pingin mendekatkan diri kepada Allah maka banyak hal yang bisa dilakukan.
Joko : Trus apa yang bisa saya lakukan pak Kyai?
Kyai : Belajarlah untuk memahami dan menerima ketentuan Allah. Nikah itu urusan Allah. Terlalu berat bila pikiran kita memikirkan apa yang menjadi urusan Allah.
Joko : Lalu apa sih yang menjadi urusan kita?
Kyai : Allah itu menciptakan kita hanya untuk satu urusan “Tidak aku ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaku” QS Adzdzariyat:56
Joko : Saya juga sudah sholat, zakat, puasa, berbakti kepada orang tua, baik terhadap semua saudara saya, baik terhadap tetangga dan teman-teman saya, lalu apa lagi yang harus saya lakukan?
Kyai : Untuk siapa kau lakukan semua amal itu?
Joko : terdiam
Kyai : Saat mengabdi kepada Allah, ikhlaskan semua amal itu, apapun balasan Allah, karena Allah pasti akan membalas semua amal kita saat kita ikhlas.
Joko : Kayaknya saya harus balik kerpa pak, ada lagi gak satu saran saja untuk saya?
Kyai : Lupakan soal menikah, mengabdilah kepada Allah, cintailah Allah lebih dari segalanya.
Joko : Ok pak Kyai, makasih nasehatnya dan makasih sudah di traktir juga.

Minggu berikutnya pak Kyai hanya tersenyum saat ketemu pemuda itu di masjid. Dan hari demi hari akhirnya terlihat raut muka yang lebih cerah dan lebih ceria dari pemuda itu. Maka pak Kyaipun bercanda seraya bertanya :

Kyai : Mas Joko, gimana sudah ketemu jodoh?
Joko : Belum pak Kyai, biarlah Allah yang mengatur.
Kyai : Iya mas Joko, semoga diberi kemudahan.

Hari, minggu dan bulan telah berlalu. Pemuda itu masih tampak dengan ketaatan-nya. Sebenarnya pak Kyai pingin bertanya ke pemuda tersebut sekali lagi, tentang gadis seperti apa yang ia inginkan. Tapi karena dia sudah menasehati untuk melupakan soal nikah maka Kyaipun tidak jadi bertanya.

Kyai tersebut akhirnya menyuruh salah satu santri laki-laki untuk berkenalan dengan Joko agar bisa menanyakan apa yang masih menjadi masalah Joko soal jodoh dan nikah. maka santripun berbincang-bincang di depan masjid dengan Joko.

Santri : Assalamu’alaikum, nama masnya siapa?
Joko : Wa’alaikum salam, Nama saya Joko

Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya santripun memberanikan diri untuk bertanya ke Joko soal jodoh dan nikah :

Santri : Mas Joko sudah menikah?
Joko : Belum
santri : Tunggu apa lagi, kan sudah kerja, sudah berumur
Joko : Insya Allah nanti akan ada saatnya saya menikah, saya sendiri juga belum tahu
Santri : Mas Joko sudah punya pacar?
Joko : Saya sudah lama gak pacaran
Santri : Lalu bagaimana mas Joko bisa dapat jodoh kalau gak pernah cari?
Joko : Saya dulu juga berpikiran seperti itu, tapi sebenarnya Allah telah menentukan jodoh kita, tinggal kita sabar atau tidak untuk menunggu dan menerima ketentuan itu
Santri : Nah, kalau mas Joko ditakdirkan tidak pernah nikah di dunia ini apa mas Joko menerima?
Joko : Hidup ini bukan hanya utk nikah saja, banyak hal yang bisa kita lakukan sebelum kita nikah.
Santri : Trus, sebenarnya kriteria gadis seperti apa sih yang mas Joko harapkan?
Joko : Islam mas, itu saja
Santri : Bagaimana bila dia tidak cantik?
Joko : Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, apa yang jelek menurut kita belum tentu juga jelek menurut Allah.
Santri : Trus secara logika, kalau gak pernah nyari atau minta dicarikan, mana mungkin kita dapat jodoh?
Joko : Logika kita kadang lemah mas, bahkan daun jatuh dari pohon saja Allah yang mengaturnya. Allah sangat sempurna dalam mengatur alam ini, mana mungkin dia terlupa untuk mengatur jodoh saya.
Santri : Mas Joko yakin?
Joko : Insya Allah saya yakin, saya juga sedang belajar soal itu.

Setelah berbincang dengan Joko, maka santri itupun menyampaikan pembicaraan itu kepada pak Kyai :

Santri : Nampaknya mas Joko sudah siap menikah pak Kyai.
Kyai : Apa kriteria gadis yang dia inginkan?
Santri : Tidak ada kriteria pak Kyai, yang penting Islam.
Kyai : Oke makasih. Dalam hati pak Kyai berkata “Joko sekarang sudah siap nikah, beda dengan beberapa bulan saat pertama kali ketemu saya. Saat pertama kali saya ketemu dia pingin nikah tapi belum siap nikah, sekarang ia sudah siap menikah dan sepadan dengan santri gadis-ku yang juga siap nikah”.

Minggu berikutnya Kyaipun bertanya kepada Joko :
Kyai : Maukah kau saya temukan dengan gadis yang dulu saya sampaikan?
Joko : Sepertinya gadis itu terlalu baik untuk saya pak Kyai (sambil tersenyum, berhadap dapat jodoh)
Kyai : Bukan, Insya Allah kamu dan gadis itu termasuk orang yang menerima ketetapan Allah soal jodoh, semoga saja kalian berjodoh.
Joko : Lalu apa yang harus saya lakukan pak Kyai
Kyai : Tidak ada, Pak Kyai-pun mengajak Joko untuk melihat gadis itu. Terlihat gadis itu sedang mencuci dan menjemur pakaian. dan pak Kyai berkata : Kamu mau?
Joko : Saya mau pak Kyai
Kyai : Maka pak Kyaipun menyuruh gadis tersebut untuk melihat Joko saat keluar masjid, dan berkata “Pemuda itu ingin menikahimu, kamu mau?”
Gadis : Tersenyum malu, tampak bahagia sambil menahan tangis kebahagian-nya, lalu gadis itu mengangguk-kan kepalanya tanda bahwa ia juga mau.

Setelah itu pak Kyai menemui Joko dan berkata :
Kyai : Kamu atur saja kapan kau dan orangtuamu akan mendatangi orangtua gadis itu untuk melamarnya.
Joko : Baik pak Kyai.

Joko-pun mulai paham, kenapa pak Kyai selalu bilang tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mempercepat jodoh. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali taat pada Allah, tapi Kyai itu yang melakukan usaha agar Joko menjadi siap menikah, bukan pingin nikah. Jokopun melakukan usaha untuk semakin taat pada Allah. Dan akhirnya atas kedendak Allah Joko dinikahkan dengan gadis yang taat atas perantara pak Kyai.

Cerita ini hanya fiktif belaka. Dalam kenyataan hidup tentu tidak semudah dan seindah apamyang terjadi dalam cerita itu, namun bila ingin mengetahui ilmu dibalik cerita itu, berikut ini ayatnya :

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Penting :
Dalam berbicara kadang Kyai menjawab dengan jawaban Hakikat dan kadang menjawab dengan jawaban Syariat. Pada tataran hakikat, sebenarnya semua yang akan terjadi kedepan adalah semata-mata kehendak Allah, dan kitapun tidak mengetahui. Dalam tataran syariat, apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan apa yang kita peroleh kedepan. Seseorang yang taat kepada Allah akan lebih mudah diarahkan dan lebih mudah menerima hakikat dan syariat tersebut. Tapi tentu tulisan ini hanya cerita, bukan sumber kebenaran. Bacalah Quran dan hadist utuk mendapatkan sumber kebenaran.