Kumpulan Ayat Tentang Jodoh dan Wanita

Friday, August 26th 2016. | Artikel, Artikel Muslimah

Permasalahan jodoh dan pernikahan kadang membingungkan, apalagi bila kita tidak punya pegangan, harus bagaimana kita menghadapi masalah tersebut? Berikut ini beberapa ayat dan hadist yang bisa kita jadikan pegangan agar kita selamat dari maksiat dan mendapatkan keridhaan Allah SWT.

1. Bagaimana Cara Mencari Jodoh?

Quran Surat (QS. Ar-Ruum : 21) menjawab :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”

Penjelasan :

Apabila quran menyebutkan laki-laki, berarti ayat itu untuk laki-laki dan wanita, bila Allah menyebutkan wanita berarti ayat itu istimewa hanya untuk wanita, Jadi jangan permasalahkan istilah istri, kenapa bukan suami dll dalam ayat tersebut.

Allah-lah yang menciptakan jodoh untuk kita, maka carilah jodoh dengan berdoa kepada Allah, kita bisa minta jodoh yang cantik, ganteng, kaya, bangsawan dll, namun lihatlah apa yang dikehendaki Allah di bawah ini.

Wanita Pilihan Allah (pilih agamanya maka engkau beruntung)

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya, maka engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Kecantikan, keturunan, dan harta tidak menjadikan orang jadi lebih tinggi dari orang lain, ketaqwaan-lah yang menjadikan seseorang lebih mulia. Manusia di ciptakan dari zat yang sama, Allah berfirman :  “Dan sesungguhnya, Dialah Yang menciptakan pasangan (lelaki & perempuan), Dari air mani ketika dipancarkan (kedalam rahim).” (QS An Najm Ayat 45-46 ). dan yang membedakan antar manusia adalah ketaqwaannya.

Gambaran Wanita Pilihan :

1. “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

2. Rasulullah bersabda kepada Umar ibnul Khaththab : “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila suami pergi si istri akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57 : “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

3. “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agama-nya, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

4. “Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

5. Ketika Umar ibnul Khaththab bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki ?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri beriman yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

6. “Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

7. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata : “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

Istri yang Tidak Durhaka Kepada Suami

8. Rasulullah bersabda : “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (di rumah) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026). Keterangan  : Hal ini agar wanita bisa melayani suaminya dengan baik.

9. Rasulullah bersabda : “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289). Keterangan : Ini menjelaskan bahawa Rasulullah tidak suka terhadap wanita yg tidak bersyukur kepada suaminya, dan menyukai wanita yang bersyukur.

10. Rasulullah bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436).

11. Rasulullah  bersabda : “Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)

12.. Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi untuk suatu keperluan, seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya : “Apakah engkau sudah bersuami?”
Bibi Al-Hushain menjawab : “Sudah.”
“Bagaimana sikapmu terhadap suamimu ?” tanya Rasulullah lagi.
Ia menjawab : “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”
Rasulullah bersabda : “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu ” (HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612).  Keterangan : Durkaha kepada suami menyebabkan neraka, dan taat kepadanya (dalam perkara yg baik) menyebabkan masuk surga.

13. Di dalam kisah gerhana matahari Rasulullah dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana dengan shalat yang panjang, beliau melihat surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya : “… Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita”.
Para shahabat pun bertanya : “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian) ?”
Beliau menjawab : “Karena kekufuran mereka.”
Kemudian mereka bertanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab : “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, mengingkari  kebaikan-kebaikan suaminya.

Kalaulah engkau (suami) berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka (istri) selama waktu yang lama, kemudian (suatu saat) dia (istrimu) melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

13. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud, no. 2228, dan Ibnu Majah, no. 2055 Di shahihkan oleh syekh Al-Bani dalam “shahih sunan Abu Daud” (no. 1928).

14. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila suami mengajak istri ke ranjangnya (untuk jima’) lalu ia tidak memenuhi maka ia dilaknat oleh para malaikat sampai subuh”. Dalam riwayat : “lalu ia tidur malam sedang suaminya murka maka para malaikat akan melaknatnya sampai subuh.” Dalam riwayat lain : “Apabila istri diwaktu malam meninggalkan ranjang suaminya, ia enggan mendatanginya, maka yang di langit (Allah) akan murka kepadanya sampai ia minta keridhaan suaminya.

15. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam !” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya (karena tersinggung), iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah ?”
Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami !” (HR. Bukhari). Keterangan : melayani suami (berhubungan) adalah shodaqah istri kepada suami.

16. Dari Ummu Salamah ra. Ia berkata : Rasulullah SAW Bersabda : ”Setiap isteri yang meninggal dunia dan suaminya meridhainya, ia pasti masuk surga.” (H.R Tirmidzi)

17. “Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. “(HR. Ath-Thabrani)

18. “Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan perintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya.” (HR. Ahmad)

19. “Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu sampai isterinya selesai hajatnya. “(HR. Abu Ya’la)

Wanita Berjilbab :

Note : Bagi Anda wanita muslimah yang belum berjilbab dan ingin berjilbab, berdoalah agar Allah memberi kemampuan Anda, dan segeralah berusaha, dan bila menemukan wanita berjilbab tapi perilakunya buruk, salahkan orangnya bukan jilbabnya.

20. “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min : ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)

21. Kisah wanita yang akan berangkat menunaikan shalat ‘ied, ia tidak memiliki jilbab, maka diperintah oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Hendaknya Saudarinya meminjaminya jilbab untuknya.” (HR. Bukhari No. 318).

22. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhir nanti.” (HR. Abu Daud)

23. Rasulullah  bersabda kepada Fatimah : “Wahai anakku Fatimah! Perempuan-perempuan yang akan digantung di neraka rambutnya hingga mendidih otaknya adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya dari dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

24. Rasulullah  bersabda : “Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya : Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang), kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun).” (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421)

Pergaulan Wanita dengan Laki-Laki

Di tempat kerja, di sekolah, kampus banyak kita lihat wanita dan laki-laki campur baur, bersentuhan meskipun mereka tidak ada hasrat  birahi kepada sahabatnya tersebut. Menyentuh wanita atau pria yang bukan muhrim tidak dibenarkan, maka bila kita terpaksa bersentuhan (bersalaman dll) setidaknya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan dan berusaha menghindarinya sekuat mungkin.

25. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.” (HR. At-Thabrani dan Baihaqi)

Keterangan :

Dari Hamzah bin Abi Usaid al-Anshari, dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada para wanita (saat itu beliau sambil keluar dari masjid, dan terlihat laki-laki dan wanita berbaur di jalan) :
“Minggirlah kalian, karena tidak layak bagi kalian untuk berjalan di tengah. Kalian harus berjalan di pinggir.”
Sejak saat itu, ketika para wanita berjalan keluar, mereka (laki-laki) berjalan ditepi tembok, bahkan baju-baju mereka sampai tertambat di tembok, karena begitu dekatnya mereka dengan tembok ketika berjalan. (HR. Abu Dawud; Hasan)

Wanita yang Betah di Rumah

26.  “Sesungguhnya wanita adalah aurat. Sehingga ketika ia keluar rumah, ia akan disambut oleh syaithan. Dan kondisi yang akan lebih mendekatkan dirinya dengan Rabbnya adalah ketika ia berada di rumahnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah; Shahih)

27. Rasulullah bersabda : “Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” (HR. An-Nasaii ibnu Khuzaimah & ibnu Hibban)

Gigi Wanita

28. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta dikikir giginya.” (HR. At-Thabrani)

Menghargai Nafkah Suami :

29. Dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah  bersabda : “Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukkan) ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wanita Yang meneima Calon Suami Miskin

30. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin niscaya Allah akan memampukan mereka (menjadikan mereka kaya) dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur : 32)

Wanita Baik untuk Lelaki Baik

31. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. An-Nuur : 26)

Wanita Produktif

32. “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa’ : 1)

33. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata : “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

34. “Nikahlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang lagi subur (yang mampu beranak), sebab aku akan membanggakan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud)

Keterangan : Bila Allah menghendaki pasangan suami istri tidak mempunyai keturunan, maka bersabarlah, Hadist diatas tidak digunakan sebagai alasan untuk tes kesuburan dll, yang seolah-olah tidak percaya bahwa ketetapan Allah lebih dominan dalam hidup kita.

Meninggal saat persalinan adalah Syahid

35. Dari Rasyid bin Hubais, Rasulullah menemui ‘Ubadah bin Shamit untuk menjenguknya ketika dia sakit. Rasulullah  bersabda: “Apakah kalian tahu, siapa yang syahid di antara umatku?” Semua terdiam. ‘Ubadah berkata; “Sandarkanlah saya”, mereka pun menyandarkannya. Lalu Ubadah berkata; “Wahai Rasulullah, yang dinamakan syahid adalah orang sabar yang mengharapkan balasan dari Allah”. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Kalau begitu orang yang syahid dari ummatku sangat sedikit, padahal orang yang terbunuh di jalan Allah Azzawajalla adalah syahid, orang yang mati terkena wabah adalah syahid, orang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah syahid, wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya, anaknya menariknya dengan tali pusar untuk masuk ke surga”. (H.R. Ahmad)

Wanita yang Tidak Mendekati Zina (Pacaran dll)

36. “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra : 32)

37.  Al Imam Ahmad berkata: “Aku tidak mengetahui dosa besar apa lagi yang lebih besar setelah membunuh jiwa selain dari pada dosa zina.” Kemudian beliau menyebutkan ayat ke-68 sampai ayat ke-70 dari surat Al Furqan. (Lihat Al-Jawab Al-Kafi, hal 207)

Keterangan Tafsir :
a. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.
Al-Imam Ibnu Katsir berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal sehat, dan fitrah manusia yang masih suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina) mengandung unsur melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

b. Al-Imam Ath-Thabari mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

Hal-hal yang Mendekati Zina

1. Memandang wanita yang bukan muhrimnya

Penglihatan adalah nikmat Allah subhanahu wata’ala yang sejatinya disyukuri hamba-hambanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An-Nahl: 78). Keterangan : Mata bukan untuk bermaksiat.

“Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur: 30-31)

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaganya dari : zina, homosex, lesbian, dan agar tidak tersingkap serta terlihat manusia. (Lihat Adhwa’ Al-Bayan, Al-Imam Asy-Syinqithi 6/126)

2. Menyentuh wanita yang bukan mahramnya

“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)

3. Berkhalwat (berduaan, bermesraan)

“Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)
Ber-khalwat (berduaan) dengan wanita yang bukan mahramnya adalah haram. Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya kecuali ketiganya adalah setan. Apa dugaan anda jika yang ketiganya adalah setan? Dugaan kita keduanya akan dihadapkan kepada fitnah. Termasuk berkhalwat (yang dilarang) adalah berkhalwat dengan sopir. Yakni jika seseorang mempunyai sopir pribadi, sementara dia mempunyai istri atau anak perempuan, tidak boleh baginya membiarkan istri atau anak perempuannya pergi berduaan bersama si sopir, kecuali jika disertai mahramnya. (Lihat Syarah Riyadhus Shalihin Asy-Syaikh Al-’Utsaimin, 6/369)

4. Berpacaran

Dalam perbuatan berpacaran itu sendiri sudah mengandung sekian banyak kemaksiatan, seperti memandang, menyentuh, dan berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya dan termasuk zina mata, lisan, hati, pendengaran, tangan, dan kaki.

Penting!!
Sebenarnya masih banyak ayat dan hadist yang belum dijelaskan disini, sehingga pembaca mungkin merasa belum adil antara laki-laki dan perempuan, namun percayalah Allah banyak sekali memuliakan wanita dalam banyak ayat-nya. Allah Maha Adil, lain kali mungkin bisa kita bahas tentang Keadilan Allah terhadap laki-laki dan perempuan.

Lanjut :

Dari berbagai keterangan tentang wanita atau jodoh diatas, sudahkan wanita yang Anda cintai mendekati kriteria tersebut? Bila belum, maka pilihlah wanita karena agamanya, maka Anda akan beruntung setelah menikah. Setelah menikah pria-lah yang bertanggung-jawab dalam mendidik dan mengkondisikan isterinya agar sesuai dengan kriteria wanita sholehah yang disampaikan Rasulullah.

Segera Menikah

1. Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. “Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (HR. Al-Hakim dan At-Thohawi)

3. “Tiga orang yang pasti akan ditolong oleh Allah :
1. Orang yang menikah untuk menjaga kehormatan dirinya.
2. Budak yang ingin membebaskan dirinya dari tuannya.
3. Orang yang berjihad fi sabilillah”
(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah)

4. “Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya dan isterinya juga memandang suaminya , maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

5. “Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah menikah lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

6. “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari dan juga HR. Abu Ya’la dan Thabrani). Keterangan : Dalam hal ini, dia tidak mau menikah karena alasan yang tidak syar’i, misal lebih suka berzina, berganti-ganti pasangan, ingin senangnya namun tidak mau susahnya.

7. “Rasulullah bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

8. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin niscaya Allah akan memampukan mereka (menjadikan mampu/kaya) dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur : 32)

Menerima Lamaran

“Apabila datang melamar kepada kalian, seseorang (laki-laki) yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Apabila kalian tidak mau melakukannya niscaya akan timbul fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” ( HR. At-Tirmidzi)

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al Baqoroh ayat 221)

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Rasulullah melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah terus.” (HR. Bukhari)

Banyak hal yang belum dapat di jelaskan di artikel ini, namun semoga dapat memberikan manfaat dan gambaran tentang apa yang Allah dan Rasulnya sukai tentang jodoh dan pernikahan, sehingga pertanyaan : “Bagaimana mencari jodoh?” akan berubah menjadi : Bagaimana menjadi hamba Allah yang di ridhainya?”

Janji Allah

Jodoh adalah rejeki Allah, bisa jadi permasalahan jodoh terhambat karena dosa-dosa kita, sebagaimana orang shaleh bilang “Seorang hamba bisa jadi terhalang rizkinya karena dosa yang ia perbuat.”
Berikut ini beberapa janji Allah kepada orang yang di ridhai-Nya, tentu tidak sulit bagi Allah dalam memberikan kita jodoh yang terbaik bagi kita, namun apakah kita sudah pantas menerima jodoh tersebut? Sudahkan kita layak untuk meminta jodoh yang ideal?

1. Allah Akan menolong Kita :
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu­dukanmu.” (Q.s. Muhammad: 7)

2. Allah akan memberi jalan keluar :

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Tholaq: 2).
3. Memberi Rejeki yang Tidak di Sangka-sangka
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6)
4. Allah menunjukkan Jalan bagi yang bersungguh-sungguh

Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS Al Ankabut ayat 69)

Siapakah yang lebih menepati janji selain Allah SWT? Allah tidak akan mengingkari janjinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadikan kegelisahan soal jodoh menjadi keyakinan dalam menepati jalan-jalan yang Allah tunjukkan.