Ciri Penghuni Surga Wajahnya Bercahaya

Friday, April 26th 2013. | Belajar Islam, Tausiyah

Kita sebagai orang miskin mungkin pernah berfikir, kita akan kalah dengan orang kaya yang sholeh karena orang kaya bisa banyak beramal sholeh sedangkan orang miskin terbatas. Orang sholeh yang kaya bisa bersedekah untuk agama dan saudaranya sementara kita tidak. Lalu apa jawban Rasulullah Muhammad. SAW tentang permasalahan ini :

1. Senyum adalah shodaqah
Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

Rasulullah sendiri adalah orang yang banyak senyum, hingga Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

2. Jangan Meremehkan Ibadah Kecil
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim).

Ciri-riri ahli surga tanpa Hisab:

Rasululloh SAW bersabda: Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu tanpa hisab dan adzab (dalam riwayat lain; wajah-wajah mereka bercahaya bagaikan cahaya rembulan di bulan purnama). Kemudian Rasululloh berdiri dan masuk ke dalam rumah.

Diantara para shahabat ada yang menduga, Semoga mereka adalah orang-orang yang menjadi shahabatnya, yang lainnya mengira; “Semoga mereka adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan, dan perkiraan-perkiraan yang lainnya. Lalu rasulullah keluar rumah dan bersabda :

“Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta kay, tidak meminta ruqyah, dan tidak pula berfirasat sial, serta mereka bertawakkal penuh kepada Rabb mereka”

1. Tidak Meminta Rukyah
2. Tidak Bertathayyur
3. Bertawakal Kepada Allah
4. Ciri Mereka Wajahnya bercahaya (di akhirat nanti)

Kemudian Ukasyah bin Mihshan berdiri seraya berkata:(Wahai Rasululloh) berdoalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala supaya aku termasuk golongan mereka. Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Engkau termasuk dalam golongan tersebut. (HR: Al Bukhari no. 5752 dan Muslim no. 374)

Dalam riwayat Imam Ahmad 2/359 dan lainnya, Rasululloh SAW bersabda, “Maka aku meminta tambahan dari Rabb-ku, sehingga Alloh menambah dalam setiap seribu orang bersama tujuh puluh ribu orang. (Lihat Ash Shahihah no. 1486)

Alloh telah menambah dalam setiap seribu orang bersama tujuh puluh ribu orang.dan tidak mengkhususkan untuk para shahabat atau orang yang yang lahir saat ini. Sehingga peluang kita menjadi golongan tersebut masih ada.

Penjelasan Pertama: Tidak Meminta Kay, Kay adalah praktek pengobatan dengan cara menempelkan besi atau semisalnya yang telah dipanaskan pada bagian tubuh yang sakit, agar rasa sakit berkurang.

Rasululloh SAW bersabda, yang artinya: Penyembuhan itu dengan tiga hal: minum madu, berbekam, dan kay, tetapi aku melarang umatku dari pengobatan kay. (Dalam riwayat lain; Dan aku tidak mencintai pengobatan dengan kay) (HR: Al Bukhari no. 5680)

Kenapa demikian? Saya sendiri tidak tahu, Allah memberikan kita sakit, sebaiknya jangan mengeluh dan memakai cara instant untuk cepat sembuh dan tidak sabar menagan rasa sakit, seolah tidak terima dengan pemberian sakit dari Allah.

Penjelasan Kedua: Tidak Meminta Ruqyah, Ruqyah merupakan pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al Quran atau nama-nama dan sifat-sifat Allah kepada si penderita. Karena seluruh ayat-ayat Al Quran itu sebagai obat hati dan jasmani.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: Dan Kami menurunkan Al Qur’an itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS: Al Isra: 82)

Bila kita dirukyah orang lain tanpa permintaan dan kita tidak mengharapkannya maka tidak termasuk “minta dirukyah”.

Malaikat Jibril pernah datang kepada Rasululloh lalu berkata “Wahai Muhammad, apakah engkau sedang sakit? Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: Ya. Kemudian malaikat Jibril meruqyahnya tanpa permintaan (persetujuan) dari Nabi (HR: Muslim no. 2186)

Rasululloh juga pernah ditanya tentang meruqyah, maka beliau menjawab “Bila diantara kalian dapat memberikan manfaat bagi saudaranya, maka lakukanlah. (HR: Muslim no. 2199)

Penjelasan Ketiga: Tidak Bertathayyur
Tathayyur adalah berprasangka sial yang disandarkan kepada sesuatu yang dilihat atau pun yang didengar. Misalnya, kebiasaan orang Arab terdahulu bila hendak berpergian melihat arah terbangnya burung. Bila terbang ke arah kanan maka safar akan dilakukan, sebaliknya bila terbang ke arah kiri menujukkan kesialan maka safar dibatalkan.

Begitu pula ada sebagian orang yang menganggap sial atau pertanda akan ada musibah bila mendengar suara burung gagak di malam hari atau bila melihat cecak jatuh. Diantara waktu-waktu, hari-hari, atau bulan-bulan pun ada yang dianggap sial untuk diselengarakan acara-acara tertentu. Dan sebagainya dari tanda-tanda yang dianggap sial yang tersebar dimasyarakat kita.

Alloh SWT berfirman, yang artinya: Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu merupakan taqdir Alloh, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. (QS: Al Araf: 131)

Penjelasan Keempat: Bertawakal Kepada Alloh
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: Barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka Dia sebagai pencukup baginya. (QS: Ath Thalaq: 3)

Islam melarang untuk berobat asal tidak mengurangi iman dan tawakkal kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasululloh, bolehkah aku berobat? Rasululloh menjawab: Tentu, wahai hamba Alloh berobatlah kalian. Karena Alloh tidak menciptakan penyakit melainkan pasti diciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit.

sahabat bertanya, penyakit aapa itu dan dijawab rasul : Penyakit itu adalah pikun. (HR: Ahmad, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram hal. 147). referensi : tausyah.wordpress.com

Dengan membaca kabar gembira ini semoga kita dapat berusaha dan mampu menunjukkan langkah yang lebih baik kepada Allah SWT. Amiin

Kamus istilah:

jannah = surga, ahlul jannah = penghuni surga
hisab = ditimbang amal baik buruknya
Rukyah = pengobatan, Pikun = penyakit karena sudah tua