Bismillahnya Umar Bin Khatab

Friday, April 26th 2013. | Sejarah

Di facebook dan twitter sering membaca “kuawali hariku dengan bismillah” tapi hanya seperti bacaan saja, tidak membekas. Al Quran surat Adzariyaat:56 “tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah” Perubahan apa yang kita dapatkan setelah mendengar kalimat bismillah dan ibadah tersebut?

Kita lihat bagaiman Umar bin Khatab mempraktek-kan bismillah dalam semua aktifitasnya, bukan hanya dalam ucapannya. lihat dulu yuk sejarahny..!

Masuknya Umar bin Khatab

Umar bin Khotob adalah paman rasulullah Muhammad yang dulunya kafir dan menentang Rasulullah. Umar juga pernah membunuh anak perempuannya hidup-hidup dengan ditimbun dipadang pasir. Sebelumnya ia juga menyembah patung yang terbuat dari gandum yang ketika ia lapar maka tuhan patungnya tersebut dimakan.

Umar bin Khattab terkenal sebagai orang yang berwatak tegas, disiplin dan bertubuh tegap. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara kedisiplinan dia memegang teguh agama nenek moyang dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta pengakuan hati kecilnya bahwa ajaran Islam itu agana yang benar dan suci.

– Umar hendak membunuh rasulullah

Sampailah kemudian suatu hari, Umar berjalan dengan pedang terhunus mendatangi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi terjadilah dialog :

Abdullah : “Hendak kemana engkau Umar ?”
Umar : “Aku hendak membunuh Muhammad”
Abdullah : “Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh (keluarga Muhammad) jika engkau membunuhnya ?”,
Umar : “Jangan-jangan engkau sudah masuk Islam juga?”. Tanya Umar
Abdullah : “Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.

– Umar memukul adiknya

Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, ia penasaran lalu dia bertanya :

“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad (keluar dari agama sebelumnya)”, kata Umar
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?” jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar :

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan berdarah, timbul penyesalan di hati Umar. Umar juga tidak bisa memberikan penjelasan bahwa agamanya adalah agama yang benar atau agama Islam adalah agama yang salah.

Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun adiknya (Fatimah) menolaknya dengan alasan bahwa Alquran adalah ayat yang suci sedangkan Umar belumlah suci. Fatimah menyuruh Umar untuk bersuci bila hendak membaca ayat-ayat Alquran tersebut. Umar adalah seorang yang tegas namun tidak malu untuk mencari dan mendapatkan kebenaran.

– Umar membaca ayat Quran pertama kali

Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian Umar berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”

Setalh ituKemudian Umar terus membaca surat Thoha : 1 – 14
Ayat 1 : Thoha
Ayat 2 : Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah
Ayat 3 : Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)
Ayat 4 : Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi
Ayat 5 : Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.
Ayat 6 : Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
Ayat 7 : Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
Ayat 8 : Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),
Ayat 9 : Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
Ayat 10 : Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”.
Ayat 11 : Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.
Ayat 12 : Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.
Ayat 13 : Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Hingga ayat 14 :

إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha : 14)

Umar berkata :
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.

Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.

– Umar bersyahadat

Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan membawa pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah paman Rasulullah yang hebat dan lebih dulu masuk Islam bertanya:

Hamzah : “Ada apa ?”.
Para Sahabat : “Umar” Jawab mereka.
Hamzah : “Umar?, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :

“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.

Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.

Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin. (ref : windyhm )

Bismillahnya Umar Bin Khatab

Setelah Umar bin Khatab masuk Islam maka semua yang dilakukannya adalah ibadah. Tidur, makan, mencari nafkah, sholat, berdagang bahkan marahnya umar adalah ibadah, karena ia tidak akan marah kecuali marah yang di ridhoi Allah.

Pernah ketika ia sedang berperang, Umar sudah siap menghunus pedangnya namun musuhnya meludahi muka Umar, maka Umar justru tidak jadi membunuhnya, karena saat itu bila umar sedang marah karena diludahi. Ia tidak akan membunuh karena marah, tapi karena Allah. Ini menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang suci, tidak suka berperang, namun juga tidak takut menghadapi peperangan.

Umar pernah dimintai tolong orang yang sakit untuk mendoakan agar dia sembuh dari penyakitnya, lalu Umar mengambil segelas air, ditiupnya dengan mengucap basmallah. Lalu meminta orang tersebut meminum dan Umar mendoakanya agar Allah menyembuhkannya.

Yang hebat bukan air putih dan bismillahnya, tapi siapa dulu yang mengucapkannya. Tanpa air putihpun bila Umar yang berdoa, inysa Allah akan dikabulkan. Kita bisa mencontoh teladan yang baik dari pribadi Umar.

Pernah Iblis (dedengkotnya setan yang hanya akan mati saat kiamat tiba) akan berpapasan jalan dengan Umar bin Khatab, maka iblis lebih memilih mencari jalan lain biar tidak berpapasan dengan Umar. Iblis bisa takut pada Umar bukan karena Umar orang hebat, tapi karena ia berjalan untuk dan karena Allah dan kitapun bisa mencontohnya.

Saat anda asyik beribadah (beraktifitas ) untuk Allah, maka setan bahkan iblispun tidak akan mampu menggoda Anda. Asyik beribadah, asyik sholat, asyik bekerja adalah penyederhanaan dari ikhas beribadah, ikhlas sholat, ikhlas bekerja dll biar lebih di mengerti.

Ketika seseorang telah ikhlas maka setan tidak mampu menggodanya. Allah senantiasa membela orang-orang yang ikhlas sebagaimana Quran surat (Al Hijr : 39 – 42) saat Iblis di usir Allah dari surga :

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”

Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al Hijr : 39 – 42)

kamus :
- Umar bin Khatab adalah paman nabi Muhammad yang masuk Islam dan menjadi kholifah setelah Rasulullah meninggal dan setelah kholifah Abu Bakar meninggal. Kholifah : adalah pemimpin umat atau seperti presiden. Salah satu putri Abubakar yang terkenal adalah Aisyah, dan Aisyah adalah isteri Rasulullah setelah isterinya yang pertama Khadijah meninggal.

- Rasulullah : utusan Allah, yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW